Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya kepada segenap team penyusun dan penanggung jawab atas buletin yang akan saya bahas ini. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjelek-jelekkan atau sejenisnya. Melainkan hanya sekedar kritik yang diharapkan bisa membawa kebaikan bagi buletin yang diterbitkan pada khususnya dan bagi kita semua pada umumnya. Karena saya tidak menemukan alamat email yang bisa saya hubungi, maka terpaksa saya menuliskan unek-unek saya ini pada blog saya sendiri. Silahkan membaca…….
Kemarin saya berencana ngenet bersama tiga orang teman saya. Karena warnet kampus penuh, akhirnya kami mengurungkan niat untuk ngenet. Tapi sebelum pulang, saya sempat mengambil buletin yang ada di warnet kampus tersebut. Buletin tersebut diterbitkan tidak atas nama kampus, melainkan atas nama lembaga semacam kursus komputer yang diadakan oleh lab-komputer kampus tersebut (berarti masih dalam lingkungan kampus).
Selayaknya kebanyakan buletin yang beredar, buletin tersebut hanya terdiri dari empat halaman kecil (setangah folio) dan isinya juga tidak jauh dari dunia komputer. Halaman pertama isinya membahas tentang lembaga kursus yang diadakan oleh labkom kampus tersebut. Sedangkan tiga halaman lainnya berisi pengetahuan terbaru tentang dunia komputer, kemudian humor (joke) serta satu halaman lagi untuk tips & trik. Nah, halaman terakhir inilah yang membuat saya berpikir negatif terhadap buletin tersebut (mungkin kepada pembuatnya juga).
Judul dari artikel pada halaman tips & trik tersebut adalah “Njebol ATM”. Bayangkan, untuk buletin yang terbit dilingkungan kampus tapi isinya artikel tentang hacking yang menjurus ke tindak kriminal. Setelah saya baca tenyata isinya memang menjelaskan bagaimana cara mencurangi mesin ATM serta bagaimana mengeruk keuntungan dari mesin tersebut. Meskipun belum tentu berhasil karena type dan merk mesin ATM yang digunakan oleh Bank juga bermacam-macam dan belum tentu sama dengan yang dijelaskan pada tutorial tersebut (kurang lebih demikian kata-kata dalam artikel tersebut). Menurut saya, isi artikel tersebut jelas sudah menjurus ke tindak kriminal, karena didalamnya ada metode penjebolan password dan lain sebagainya yang jelas melanggar hukum.
Setelah saya baca artikelnya secara keseluruhan, dibagian bawah artikel tersebut ada tulisan “written by Thor Jasakom”. Dari tulisan ini ada dua kemungkinan. Pertama, Thor jasakom (orang yang menulis artikel tersebut) memang bekerja di Warnet kampus (labkom) yang menerbitkan buletin tersebut. Kalau memang demikian, saya sempat salut dengan orang tersebut, karena mempunyai pengetahuan yang cukup luas. Namun saya juga menyayangkan hal itu karena dia salah tempat dalam menampilkan tulisan tersebut. Saya tidak membenci dengan artikel-artikel hacking semacam itu (karena jujur saja saya juga sering baca artikel-artikel semacam itu dengan tujuan untuk menambah pengetahuan saja, bukan untuk dipraktekan) namun yang sangat tidak saya sukai adalah penempatan yang salah. Untuk tulisan dalam lingkup akademis, harusnya lebih bersifat mendidik dan membawa manfaat, bukan sesuatu yang merugikan pihak lain.
Tapi maaf, jujur saya kurang yakin dengan kemungkinan pertama tadi dan cenderung lebih percaya kepada kemungkinan kedua. OK silahkan lanjutkan membaca….(mohon maaf kalau keyakinan saya ini salah)
Kemungkinan kedua, sang penyusun buletin mencomot tulisan tersebut dari jasakom (http://jasakom.com) alias cuma copy-paste. Dan saya juga yakin kalau tulisan tersebut isinya belum di-edit sama sekali. Kalau memang benar demikian, saya tidak mengatakan ini sebagai suatu tindakan penjiplakan atau plagiat karena dia sudah mencantumkan nama penulis aslinya. Saya juga menghargai maksud baik dari penyusun buletin tersebut dengan mencari artikel dari internet. Mungkin dia berusaha untuk memberikan tips & trik yang berkualitas, sedangkan dia sendiri tidak sempat (kalau tidak boleh dibilang tidak mampu) untuk membuatnya. Namun tetap saja ada yang perlu dikoreksi, yaitu tentang pemilihan artikel yang mesti diambil. Harusnya dia juga menyeleksi tulisan mana yang pantas untuk ditampilkan di kampus. La wong tinggal ngambil saja kok masih salah……
Terlepas dari kemungkinan mana yang betul, pada intinya tetap saja ada yang harus dikoreksi, yaitu isi artikel yang tidak sesuai dengan lingkup dimana buletin tersebut diterbitkan. Dengan koreksi ini harapnnya penyusun akan menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang dan buletin yang diterbitkan pun akan semakin berkualitas.
Oiya, ada satu lagi yang juga membuat saya heran dan bingung, yaitu saya tidak menemukan baik itu alamat website ataupun email dari penyusun buletin tersebut. Padahal saya tahu pasti kalau buletin tersebut diterbitkan oleh orang-orang labkom (Puskom) yang setiap harinya berhadapan dengan internet. Mohon ini dijadikan koreksi.
Terima kasih
Imam Prast
Mailto : imamprast@gmail.com